Minggu, 23 Mei 2021

thumbnail

Masjid Agung Semarang. Masjid Kebanggaan Umat Islam Di Semarang



Mengenal Masjid Agung Semarang / Masjid Agung Jawa Tengah merupakan bangunan masjid terbesar di jawa tengah yang mempunyai kapasitas 16.000 jamaah. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006 dengan luas 10 hektar yang kemudian di resmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono yang menjabat sebagai presiden pada waktu itu. Masjid yang mempunyai kombinasi gaya arsitektur jawa, islam dan romawi ini sangat cocok sebagai tempat tujuan wisata religi yang ada di semarang. selain mempunyai bangunan yang megah dan unik, masjid ini juga mempunyai area parkir yang luas dan pusat perbelanjaan dan oleh-oleh. Di masjid agung semarang juga terdapat sebuah menara yang bisa dinaiki oleh jamaah, anda bisa melihat indahnya kota semarang dari ketingian 99 meter dari atas menara. Selain itu masih ada masjid baiturrahman, masjid kauman,  klenteng sam po kong gereja blenduk dan pagoda  buddaghaya sebagai destinasi wisata religius di semarang selanjutnya.

Memasuki kenormalan baru, beberapa lokasi wisata di Semarang telah dibuka. Salah satunya wisata religi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Sebagai sebuah masjid yang menjadi ikon warga Jawa Tengah dan menyedot perhatian masyarakat, baik untuk beribadah, berkegiatan maupun berwisata. Untuk mendorong potensi ekonomi yang ada, MAJT telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan memanfaatkan program pemerintah, seperti gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) yang dipersiapkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sekretaris Pengelola MAJT KH Muhyiddin kepada NU Online, Ahad (2/7) mengatakan, pihaknya dan seluruh jajaran Pengelola MAJT bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Kota Semarang dan Kemenparekraf yang menunjuk MAJT menjadi lokasi gerakan BISA. "Kami bersyukur ada perhatian dari pemerintah dan berterimakasih atas dipilihnya MAJT ditunjuk sebagai ikon wisata religi dan sekaligus sebagai lokasi gerakan BISA," ucapnya. Ia berharap, wabah yang berdampak pada berbagai sendi kehidupan masyarakat segera hilang dan masyarakat bebas beraktivitas tanpa bayang-bayang ancaman virus Corona. "Kita tetap memohon kepada Allah SWT agar segera mengangkat bencana Covid-19 ini dan semoga masyarakat dapat menjalankan kehidupan yang penuh berkah dalam menyongsong kenormalan baru ini," tuturnya. Plt Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf RI Hanifah Makarim menjelaskan, gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) yang digagas Kemenparekraf diselenggarakan di empat lokasi yang ada di Kota Semarang.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/121849/masjid-agung-jawa-tengah-dijadikan-ikon-wisata-religi-semarang
Memasuki kenormalan baru, beberapa lokasi wisata di Semarang telah dibuka. Salah satunya wisata religi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Sebagai sebuah masjid yang menjadi ikon warga Jawa Tengah dan menyedot perhatian masyarakat, baik untuk beribadah, berkegiatan maupun berwisata. Untuk mendorong potensi ekonomi yang ada, MAJT telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan memanfaatkan program pemerintah, seperti gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) yang dipersiapkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sekretaris Pengelola MAJT KH Muhyiddin kepada NU Online, Ahad (2/7) mengatakan, pihaknya dan seluruh jajaran Pengelola MAJT bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Kota Semarang dan Kemenparekraf yang menunjuk MAJT menjadi lokasi gerakan BISA. "Kami bersyukur ada perhatian dari pemerintah dan berterimakasih atas dipilihnya MAJT ditunjuk sebagai ikon wisata religi dan sekaligus sebagai lokasi gerakan BISA," ucapnya. Ia berharap, wabah yang berdampak pada berbagai sendi kehidupan masyarakat segera hilang dan masyarakat bebas beraktivitas tanpa bayang-bayang ancaman virus Corona. "Kita tetap memohon kepada Allah SWT agar segera mengangkat bencana Covid-19 ini dan semoga masyarakat dapat menjalankan kehidupan yang penuh berkah dalam menyongsong kenormalan baru ini," tuturnya. Plt Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf RI Hanifah Makarim menjelaskan, gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) yang digagas Kemenparekraf diselenggarakan di empat lokasi yang ada di Kota Semarang.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/121849/masjid-agung-jawa-tengah-dijadikan-ikon-wisata-religi-semarang

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments